Baru selesai baca novel ini.. Lumayan, lumayan.. Lumayan menghibur buat ukuran chicklit, dimana sebenernya gw udah kapok gak mau lagi baca chicklits, baik yg karangan indonesia maupun yg luar, krn ceritanya biasanya typical, menjual mimpi ala Putri Raja
Tapi yg ini baguslah, beneran bagus buat ukuran Chicklit, karna gak se-mendayu-dayu itu, dan gak dongeng putri raja banget.
Cuman yang masih gw heran sampe sekarang, knp tokoh utama nya -si wanita- selalu digambarkan sebagai wanita yg sempurna, cantik, pinter, karir oke, hidup di Jakarta (hiks) atau bahkan kota2 besar lainnya seperti NY, Paris, Prague.. Ya iyalaaaah, dia bisa dengan mudahnya dapet cowo yg tergila2 sama dia, dan melakukan hal2 romantis yg bikin kita ter-iri2 setengah mati pas baca (which is inilah komoditi utama chicklit, bikin cewe2 ngiler, dan HBL.. hihihi).
Atau kl gak… Cewe biasaaaa, ga terkenal di sekolah, kuper, dan dia jatuh cinta sama Ketua OSIS atau Kapten Tim Basket yg kece abis.. Gak PD karna cowonya banyak yg suka, dan cuma jadi secret admirer, tp suatu hari cowo nya liat dia dan tiba2 jatuh cinta juga.. (Contoh paling real nya Dealova). Bo’, to be honest, ada berapa sih kejadian kayak gini? Satu dari sejuta, hihihihi..
That’s why gw gak suka chicklits, seringnya gak realistis dan cenderung “cheesy”. Tapi Bell Amore ini gw bilang cukup lumayan lah, ceritanya cerdas, dan pastinya gak melulu menjual mimpi..
Coba baca deh!!! ![]()

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment